Pages

Showing posts with label Kisah para Kekasih Allah.... Show all posts
Showing posts with label Kisah para Kekasih Allah.... Show all posts

Sakar Cinta Kekasih Allah Sayyidah Al-Adawiyyah r.a...

Assalamu'alaikum w.b.t...

Wahai insan yang mengaku dia sebagai pencinta Tuhannya...
Benarkan dahulu cintamu di hatimu itu sebelum dilafaz ia keluar sebagai kata cintamu...
Ketahuilah...
Kata cinta yg sebenar,akan dapat mencairkan setiap hati-hati insani...
Lahir ia melalui sinar rohani si pemabuk sakar cinta ilahi...
yakni si muhibullah yang sedang mabuk dengan Cinta Tuhannya...

Mabuk ia...
Mabuk ia di dalam sakar Cintanya...

Fana' segala alam...
Maka yang wujud hanyalah Tuhannya...
Tenggelam ia didalam Sakar Cinta Allah...
sehinggakan kematian itu adalah kehidupan dan kehidupan itu adalah kematian...
Kesusahan itu adalah kesenangan dan kesenangan itulah kesusahan...

Walhasil,
setiap yang ada disekelilingnya turut merasai mabuknya bercinta dengan Tuhan Rabbul Jalil..
Walau tanpa mendengar,tanpa melihat atau bercakap dengan si pemabuk cinta Ilahi,mereka tetap akan merasaka biasan Cinta si muhib pemabuk cinta Ilahi tersebut...

Sahabatku...
kata-kata cinta ini bukan diluahkan sepertimana kata dialog biasa...
tetapi merupakan suatu yang lahir melalui hati yang bersih dari sebarang 'Alam...
Yang mana hati ia dihuni sepenuhnya oleh Tuhannya...
Perbuatannya didominasi oleh segenap sunnah Rasul-Nya...

Mencari yang Abadi sehingga diri itu fana di bawah kebesaran Yang Abadi...

Ingatku akan kisah seorang kekasih Allah yang sinonim dengan panggilan ketua sufi wanita yang bergelar Rabi'atul 'Adawiyyah (Sayyidah Al-Adawiyyah)...
Yang merupakan pelopor gerakan Cinta Ilahi di dalam Ilmu Tasawwuf Islam...
Kasih dan cintanya kepada Allah S.W.T yang tiada berbelah bahagi telah menyebabkan alam disekelilingnya terpana di dalam cahaya cintanya kepada Rabbnya...
Rasa cinta yang tidak tergambarkan di dalam qalbunya menyebabkan dirinya senangtiasa rebah dibuai sakar cinta Allah...
Nur Allah yang mengisi ruang hatinya tanpa batasan menyebabkan nur itu terbias keluar melalui lisannya...
maka,dengan izin daripada Allah sesiapa sahaja yang mendengarnya akan terpaut dan cair hatinya serta merta...

Tercatat didalam manaqib para salihin...

Di suatu hari,rumah Sayyidah Al-Adawiyah telah dimasuki oleh seorang pencuri.malangnya si pencuri tersebut tidak mendapati suatu apapun didalam rumah beliau melainkan sebiji kendi air.Lebih malang lagi kedatangannya itu telah disedari oleh Rabiatul Adawiyyah.

Ketika pencuri tersebut hendak keluar dari rumah Rabi'atul Adawiyyah,Seraya Rabi'atul Adawiyyah berkata kepadanya , " Jika kamu sememangnya seorang pencuri, jangan keluar dari rumahku dengan tangan kosong...".
Maka berkata si pencuri tersebut , " Aku tidak mengambil sesuatu barang pun dari rumah kamu..."
Rabi'atul Adawiyyah berkata , " Wahai si miskin yang malang,berwudhu'lah dengan air yang ada di dalam kendi itu, lalu masuklah ke dalam bilik dan solatlah 2 rakaat...Maka kamu tidak akan keluar dari rumahku dengan tangan kosong..."

Pencuri tersebut menuruti apa yang disarankan oleh Rabi'atul Adawiyyah. Ketika si pencuri itu sedang melakukan solat seraya Rabi'atul Adawiyyah menadahkan tangannya ke dada langit dan terlantun suatu doa dari lisannya kepada Rabbnya " Wahai Rabbku, kini telah datang kepadaku seorang yang ingin mengambil sesuatu yang berharga dari diriku, dan aku tidak mempunyai suatu barang pun untuk dia ambil dariku. Maka kuhentikan dia di hadapan pintu kemurahan-Mu. Janganlah kau haramkan Rahmat dan Anugerah-Mu ke atasnya."
Dengan Rahmat Allah,tatkala usai menunaikan solat 2 rakaat, pencuri itu merasakan betapa manisnya beribadat kepada Allah S.W.T lalu meneruskan solatnya sehingga berakhirnya waktu malam.

Apabila terbitnya fajar, Rabi'atul Adawiyyah mendapati si pencuri itu masih berkeadaan sujud yang penuh khusyu' dan tawajjuh hatinya kapada Allah dan meratap di dalam sujudnya , " Jika Tuhan tidak berbisik kepadaku dengan kata," Tidakkah engkau malu melakukan maksiat kepada-Nya...??? Meskipun kau mampu menyembunyikan segala dosa-dosamu dari penglihatan setiap hamba-Nya...Dalam keburukan dan kelalaian...Engkau pasti akan mengunjunginya juga di masa akan datang...Apa alasanmu di hadapan Allah kelak jika Dia mengherdik dan mengusir dirimu...???..."

Setelah selesai sujud, lalu berkata Rabi'atul Adawiyyah kepada si pencuri tersebut , " Wahai saudaraku,bagaimanakah kau melalui malammu pada hari ini...?
Pencuri itu berkata , " Aku lalui malamku dengan baik. Aku telah bersimpuh di hadapan-Nya dengan segala kerendahan dan kehinaan diriku, serta berdoa kepada-Nya agar menerima taubatku,diperkuatkan segala kelemahanku,diampuni segala dosa-dosaku dan dikabulkan akan permintaan-permintaanku...".

Kemudian,lantas keluar pencuri itu dari ruang solat dengan wajah yang bercahaya. Seraya Rabi'atul Adawiyyah menadahkan tangannya ke langit sambil bermunajat , " Wahai Kekasihku, ini adalah saat yang paling sesuai untuk dia mengetuk pintu Rahmat-Mu...Adapun diriku ini, yang sudah sekian lama mengenal-Mu dan bersimpuh di hadapan-Mu, tidakkah Engkau telah mengkabulkan diriku...?..."
Kedengaran satu suara yang berkata , " Wahai Rabi'ah, kerana dan untuk dirimu maka Kami telah kabulkan...dan kerana kamu jua kami dekat kepadanya.."

Ahirnya,dengan berkat seorang yang ikhlas dalam pengabdian dan percintaannya terhadap Allah,maka pencuri itu telah menjadi seorang ahli ibadah yang paling alim dizamannya.Kehidupannya berubah begitu pantas.Hidup yang dahulunya dipenuhi dengan kemaksiatan berubah sepenuhnya menjadi seorang yang di gelar ahlillah...yakni seorang yang mengenal Allah dan menginfaqkan sepenuhnya jasad dan rohnya hanya untuk Allah dan melabuhkan sepenuhnya tirai cintanya hanya untuk Allah 'Azzawajalla...

Allahu Rabbi...
Tiada yang paling nikmat apabila merasakan ketiadaan diri melainkan nikmat melihat Allah dengan pandangan Rahmat dan Cinta-Nya...

Allahu Allah...

Ya Rabbi Anta Maqsudi... Wa Redhaka Matlubi...

Wassalamu'alaikum W.B.T...

Seorang yang memahami erti CINTA yang sebenar dianggap sebagai majnun...

Assalamu'alaikum W.B.T...


Alhamdulillah 'ala kulli haalin wa fi kulli haalin wani'mah...
"Cinta si Hamba kepada Rabbnya..."
Ya,itulah satu waqi' yang benar-benar wujud...
Cinta...Majnun...
Ya,itulah pasangannya...
Mungkin benar jika diambil pada zahir kata kedua-dua perkataan ini,lalu dikaitkan dengan cinta muda mudi...
Seperti apa yang dikisahkan didalam riwayat "Laiyla dan Majnun..." atau "Romeo dan Juliet..."
Itulah kegilaan diri si lelaki terhadap kecantikan si wanita...
jadi,sesuai jika kita kaitkan kedua perkataan tersebut di sini...
iaitu Cinta dan Majnun...
ini kerana,kegilaan atau majnun ini adalah berkait rapat dengan nafsu yang wujud didalam diri setiap huduth...Cinta antara hadith dengan hadith akan melahirkan rasa kegilaan atau obses jika nafsu yang yang menjadi terasnya...
Maka,Ada kebenarannya jika kita kaitkan Cinta antara manusia dengan dua perkataan tersebut...


Namun,tidak pada Cinta si muhib(makhluq),terhadap Si Mahbub(Al-Khaliq) wahai sahabatku...
Langsung tidak ada istilah Cinta dan Majnun...
hakikat kedua-duanya langsung berlawanan...
kedua-dua perkataan ini langsung tidak berlaziman...
kerana,untuk mencapai tahap cinta yang tinggi disisi ALLAH,Cinta seseorang itu mesti berteraskan keikhlasan yang hanya lahir dari insani yang sahih imannya,tinggi ketaqwaannya dan benar-benar ihsan terhadap ALLAH.S.W.T...
dan kesemua sifat terpuji ini adalah saling berlawanan dengan Nafsu...


Tidak dapat dinafikan bahawa wujudnya seseorang yang kononnya mencintai Tuhannya tetapi hakikatnya adalah cinta yang didorong oleh Nafsu semata-mata...
Hal yang sebegini tidak akan sesekali berlaku pada insani yang benar-benar ikhlas dalam mencari cinta ALLAH...
Itulah kebenarannya...Tidak sesekali berlaziman kedua perkataan cinta dan majnun ini...
cuma,Ia adalah istilah yang digunapakai oleh sebilangan insani yang tidak memahami apa itu Cinta Ilahi...
dikatakan bahawa semua yang aneh itu majnun...
Sedangkan ia tiada mengetahui hakikat yang sebenarnya...
dikatakan seorang yang tidak keruan menagih cinta Ilahi adalah seorang yang gila...
compang camping pakaiannya...
kusut rambutnya...
kurus kering tubuhnya dek kerana kerinduan untuk bertemu dengan Rabbnya...
Mereka ini yang sebegitu mulia kehidupannya di katakan sebagai majnun...
Subhanallah Tabaarakallah...
Yakinlah...
Mereka yang berani berkata sedemikian itulah orang yang tidak mengenal erti CINTA HAQIQI...
Mereka yang tidak mengenal erti CINTA HAQIQI pasti akan mengenakan istilah majnun ini kepada mereka yang bergelar Ahlillah atau lebih sinonim dengan gelaran AHLUSSUFIY...


jadi,sarananku adalah tanyakan pada hatimu...tanyakan perihal ini dengan kerendahan hatimu...
Renungkan kembali dengan meletakkan dirimu betul-betul di atas titik Fitrahmu...
Percayalah...
Kamu pasti akan menyatakan bahawa ia bukan suatu yang majnun mengikut hitungan aqal yang waras...


Luahkan padaku...apa yang lahir di benak aqalmu...???


Ya,Benar apa yang kamu katakan...
Mereka yang mengatakan seorang yang sedang bercinta dengan Rabbnya sebagai Majnun itulah yang sebenar-benar majnun...
Adalah mustahil pada aqal manusia jika seseorang yang dikatakan tidak mengenal Allah itu jatuh cinta pada Dzat yang Menciptanya...
Adalah dikira tidak waras seseorang itu jika dia tidak mengenal siapa Tuhannya...Itulah yang termaktub didalam kamus Fitrah insani...
Jadi...
Siapakah yang sebenarnya layak dikatakan sebagai majnun wahai sahabatku...???
Sudah tentu orang yang majnun atau tidak waras itu adalah orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mengenal apa itu erti cinta yang sebenar kepada Allah...
Jadi...
terbukti benar bahawa Cinta dan Majnun itu satu kolaborasi ideal bagi seseorang yang tidak mengenal Allah dan tidak berusaha untuk mencari Allah...
dan bukan suatu kolaborasi kata yang sesuai dikenakan kepada mereka yang berjalan menuju ALLAH S.W.T...


Di sini saya ingin kongsikan satu halwa rohani yang berkisar tentang Hamba Allah S.W.T yang sebenar-benar hamba...Rindu dan cinta dia hanya kepada Rabbnya...Istiqaamah mereka dalam menyucikan tuhannya dari segala barang yang tidak layak kepada Tuhannya...Dawwam dalam memohon Taubat dari-Nya...
Oh...
mereka itulah para kekasih Allahu Tabaaraka wa ta'ala...
Inna Auliya Allaha laa Khaufun wa laahum yah zanunn...
Suatu kisah cinta...
Dari Muhammad ibn Al-Fadhal yang meriwayatkan kisah ini...


Pada suatu ketika, ketika berjalan bersama-sama dengan sahabat-sahabatku,aku terlihat seorang pemuda yang sedang terlentang di atas tanah, sementara debu-debu tanah jalan tersebut mengotori seluruh pakaiannya. Pemuda itu merintih sedih, kelihatan hiba yang menggambarkan satu kesedihan yang mengerumuni hati nuraninya. seperti ada sesuatu yang berat sedang dia tanggungi seorang diri.


Dengan rasa ingin tahu yang mendalam,aku datang kepadanya bagi melunaskan tuntutan hati nuraniku sambil memberitahu kepada sahabat-sahabatku," Wahai sahabat-sahabatku...mari kita pergi mendekati pemuda itu, barangkali dia sedang sakit dan memerlukan bantuan dari kita...!"


Salah seorang dari sahabtku berkata, " melalui pemerhatian dan pengamatanku melalui rintih katanya wahai muhammad al-fadhal, sakit yang melanda pemuda ini bukan sebarangan penyakit, tetapi dia seolah-olah seperti dilanda sakit ASMARA sahaja..."


"Ya,benar katamu wahai sahabatku," sokong sahabat yang lain. "Cuba kamu tengok...Dia sedang menyebut hal-hal yang sedang ia cintai...jika ia dilihat oleh orang yang jaahil,sudah tentu dia akan dikatakan sebagai si majnun..."

Kami mendekati pemuda itu dan ternyata dia seorang pemuda yang sedang dilamun cinta dan kerinduan...
Kurus kering badannya...berbaju kasar dan banyak pula tampalan-tampalan yang memenuhi ruang bajunya. Dia melihat kami yang sedang menuju kepadanya dan berkata, " Oh,alangkah celakanya bagi sesiapa yang telahpun merasakan nikmatnya kasih sayang Tuhan, namun tidak suka berbakti kepada-Nya...!" dan diulang kalimah itu secara berterusan sehingga ia pengsan oleh kerana Zauq yang dia rasakan begitu kuat sehingga jantung si sufi terhenti segala fungsinya...


Aku mencuit sahabat-sahabat yang lain yang sedang memandang kepada pemuda itu seraya berbisik, " Aku yakin pemuda ini bukanlah seorang majnun seperti yang dikatakan...kerana seorang yang majnun tidak akan sesekali mencapai darjat seperti ini..."


Apabila pemuda itu sedar dari pengsannya, dia terus memandang kepada kami dan bertanya, " Siapakah saudara-saudara sekalian...? " Mengapa Saudara-saudara sekalian ada disini...?"


Maka aku menjawab, " Sedang kami melewati jalan ini, kami terlihat saudara sedang terbaring kesakitan, lalu jatuh pengsan di sini...jadi kami datang untuk bertanya samada saudara memerlukan bantuan dari kami atau tidak..."


"Oh..begitu rupanya..." kata pemuda itu...


"Penyakit apakan yang sedang saudara tanggungi...? adakah saudara memerlukan ubat...?" Aku bertanya kembali kepada pemuda itu dengan harapan aku mendapat sesuatu yang bermanfaat darinya.


Lalu dia memberi jawapan...," Allah yang memberi penyakit ini kepadaku.Hanyasanya Dialah yang memiliki ubatnya,namun Dia menganjurkan agar aku menuruti segala nasihat-Nya..."
" Dia memerintahku supaya aku menuruti segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, Selalu mendekatkan diriku kepada-Nya, bertahajjud di malam hari dikala manusia lain berada di dalam kegelapan dan kesedapan malam mereka." Pemuda itu memberi penjelasan yang panjang lebar kepadaku...


Kemudian pemuda itu menangis, lalu menyebabkan kami semua turut sama bersedih dan menangis bersamanya...


"Anakku...!" Aku berkata..."Di saat ini,kami adalah tetamumu yang diperjalankan oleh Allah kepada pertemuan denganmu...oleh itu,kami ingin memohon doa darimu..."


" Tidak, aku tidak tergolong dikalangan orang-orang yang patut diminta doa darinya. Aku tidak mempunyai apa-apa kelebihan...," Jawab pemuda itu...


Aku terus dan terus memaksanya dan bersumpah bahawa tidak akan sesekali mengenjakkan kaki walau selangkah sehinggalah aku mendapat doa darinya.


"Baiklah..." Katanya...
lalu berdoa ia kepada Allah, " Semoga Allah S.W.T melimpahkan maghfirah-Nya kepada kamu semua, memberi syurga kepada kamu semua sebagai tempat tinggal yang Abadi...dan selalulah mengingati maut setiap saat walaupun di dalam hati..."


Setelah itu,kami pun berpisah dengannya. Kami merasa sungguh Ta'jub di atas segala yang berlaku...kami merasa ta'jub dengan pemuda itu dan nasihat-nasihatnya...wal hasil,segala nasihat yang diberikan tersemat kuat terunjam kukuh di dalam hati kami..


Sahabtku yang kumuliakan...
Inilah suatu kisah yang menunjukkan suatu keadaan yang sungguh mena'jubkan bilamana seseorang itu mencintai Allah S.W.T dengan sebenar-benar cinta...
menyebabkan segala alamdi sekelilingnya runtuh sekelip mata...
bersendirian ia dengan Tuhannya...
Allahu Rabbi...
Zauq yang dirasa boleh sahaja memberhentikan mana-mana sahaja jantung si saakir terhadap sakarnya cinta dari Allah...


Allahu Allah...


"Anta maqsudana,ma redhaka mathluubana..."


Wassalamu'alaikum W.B.T...